- Armcide 50WG
- Losmine 50EC
- Minecto xtra 200/200SC
- Match 50EC
- ToxeDown 150EC
- Lu 50Ew
- Fenite 150OD
- Okezone 40/50 EC
- Fighter 450 SC
- DK Lufem 50WG
- Amazone 80 EC
- Nutrimec 500 SC
- Probas 80 EC
All about Tani
Cara mengatasi lalat buah di lahan perkebunan jeruk
Review Insektisida decis Andalan Petani
Tips ampuh untuk mengatasi berbagai macam penyakit tomat dan hama yang menyerang pada tanaman tomat.cara ini bisa di gunakan dan di praktekkan di lahan pertanian tomat dan skala rumahan.mengingat tomat termasuk tanaman yang sensitif,perlu adanya perawatan dan perhatian penuh.langsung saja,berikut ini cara ampuh mengatasi penyakit dan hama pada tomat.
1.Penyakit Busuk Daun
Penyakit busuk daun menjadi salah satu kendala yang sering dijumpai ketika menanam tomat,daun tomat menjadi busuk disebabkan oleh serangan jamur,dan sering terjadi pada musim hujan.untuk mencegah busuk daun pada tomat bisa menghentikan pemberian pupuk nitrogen yang berlebihan,dikarenakan air hujan juga mengandung banyak nitrogen.umumnya jika tanaman kelebihan nitrogen akan rentan terserang jamur.
Ada baiknya di musim hujan,hanya memberikan sedikit atau tidak usah pupuk nitrogen,cukup gunakan pupuk lain yang tidak mengandung nitrogen atau sedikit mengandung nitrogen.selanjutnya untuk pencegahan daun tomat bisa menambahkan kalsium ketika pemupukan tabur.atau menggunakan kalsium yang bisa di semprotkan (spray).karena kalsium bisa mencegah pertumbuhan jamur pada tanaman tomat.jika kalsium di spray di campur dengan fungsida atau insektisida,ada baiknya dicek ph air campuran insektisida dan fungisida setelah dicampur dengan kalsium.usahakan ph nya tidak lewat dari 7.0,jika melebihi ph 7.0 kemungkinan besar kinerja insektisida dan fungisida tidak efektif atau tidak maksimal fungsinya.atau ada baiknya disemprot terspisah saja.
Kemudian untuk mencegah busuk daun pada tomat,bisa melakukan pemangkasan,atau mengurang daun tomat,atau bisa juga memangkas tunas kecil kecil yang tidak produktiv.sehingga daun tomat tidak terlalu rimbun,untuk mencegah pertumbuhan jamur di daun tomat.
Untuk pengendalian atau penanggulangan busuk daun pada tomat bisa menyemprotkan fungisida.jika belum parah cukup gunakan fungisida kontak untuk menghemat modal.jika penyebaran jamur pada daun semakin parah,gunakan dua fungisida yang berbahan aktif berbeda dan golongan berbeda dan gunakan fungsida kontak dan sistemik.jika musim hujan ada baiknya rapatkan interval penyemprotan pada tomat.
Untuk jenis fungisida yang di semprotkan,bisa menggunakan fungisida berbahan aktif mankozeb,propineb,maneb,propamikarb hidroklorida,simoksanil,karbendazim,tembaga hidroksida atau lainnya.jangan menggunakan fungisida yang sema setiap penyemprotan karena bisa menimbulkan resistensi atau kebal pada jamur.namun di beberapa golongan fungisida ada beberapa fungisi yang tidak menimbulkan kekebalan pada jamur,yaitu fungisida golongan M1 sampai golongan M9 seperti : kopper,sulfur,Ferbam, Mankozeb, Maneb, Metiram, Propineb, Tiram, Zineb, Ziram,Kaptan, Kaptafol, Folpet,klorotalonil,Diklofluanid, Tolilfluanid,Guazatin, Iminoktadin,Anilazin,Ditianon.
2.Penyakit Layu
Penyakit layu pada tomat ada beberapa jenis,yang pertama layu fusarium,penyakit ini ditandai dengan daun menguning,siang hari daun agak layu dan sore hari kembali segar.jika batang tomatnya di tekan akan mudah remuk atau pecah.dan kemudian keluar air.untuk mencegahnya sama seperti penyakit busuk daun tomat.kurangi penggunaan pupuk nitrogen di musim hujan dan selalu gunakan calsium yang cukup.layu fusarium tomat bisa mengakibatkan tanaman tomat mati,untuk ini bisa di cegah dengan cara membelah batang tanaman tomat di bagian bawah,jika di belah akan keluar air dan kelihatan ditengah batangnya warna kecoklatan.setelah di belah letakkan kayu atau batu ditengah yang dibelah,untuk mencegah batang menyatu lagi,cara ini dilakukan untuk membuat batang tetap kering sehingga luyau fusarium bisa berhenti.
Kemudian ada penyakit layu bakteri,umumnya penyakit ini sangat lumayan kejam,ditandai dengan awalnya layu dan seterusnya mati.uniknya..penyakit layu bakteri ini bisa terjangkit disemua tanaman tomat,baik yang subur ataupun tanaman tomat yang tidak subur atau kurus.penyebab penyakit ini adalah bakteri di dalam tanah.umumnya jika sudah terjangkit penyakit layu bakteri,tanaman akan mati dan bisa menular ke tanaman tomat yang disampingnya.untuk mencegah ini bisa juga selalu menggunakan pupuk kalsium,dan tidak memberikan pupuk nitrogen berlebihan.selain itu bisa mengocorkan trichoderma secara rutin untuk mencegah tanaman tomat terjangkit layu bakteri.
3. Penyakit Busuk Buah
Penyakit busuk buah tomat bisa mengancam gagal panen,untuk itu perlu diperhatikan selalu tanaman tomat kita.jika ditemukan penyakit busuh buah,bisa segera membuang jauh buah yang terjangkit busuk buah.dan umumnya penyakit ini bisa menular ke buah yang disekitarnya.
Untuk mencegah terjadinya penyakit ini,bisa selalu menggunakan pupuk kalsium yang cukup untuk tanaman tomat dan menggunakan pupuk nitrogen yang tidak berlebihan.pemicu utama jamur pada tanaman adalah terlalu banyaknya penggunaan pupuk nitrogen dan suasana yang lebih sering lembab.selain itu bisa ditanggulangi atau dicegah dengan penyemprotan fungisida kontak dan sistemik,selalu melakukan pergantian bahan aktif untuk mencegah kekebalan jamur.
4.Hama Lalat Buah
Musuh utama petani tomat adalah hama lalat buah,lalat buah ini akan menusukkan telurnya kedalam buah tomat.ketika telurnya menetas dan menjadi larva atau ulat kecil..mereka akan memakan atau menggerogoti buah tomat,dan akhirnya busuk.serangan lalat buah bisa menyebabkan gagal panen,karena yang kita jual ada buahnya.untuk itu perlu perhatian serius untuk menjaga buah tomat dari serangan lalat buah.
Untuk mencegah serangan lalat buah bisa dilakukan sejak awal.bisa dilakukan ketika mulai menanam dengan tujuan untuk menekan perkembang biakan lalat buah di area lahan tanaman tomat.kita bisa menggunakan perangkap jantan seperti atraktan petrogenol.perangkap ini hanya menangkap jantan lalat buah dengan tujuan untuk mengurangi perkembangbiakan.selanjutnya bisa menggunakan perangkap jebakan lem lalat buah,untuk menangkap betina dan jantan lalat buah.lakukan ini jauh diluar lahan tanaman tomat.
Kemudian untuk mencegah populasi lalat buah yang tinggi,kita bisa menaman tomat jauh dari tanaman inang lalat buah,tanaman inang ini adalah tanaman yang sering diserang lalat buah atau tanaman yang sering digunakan lalat buah untuk berkembang biak.contoh tanaman inang lalat buah adalah tanaman : kopi,kebun jeruk yang tidak dirawat,labu siam (chayote/jipang),dan tanaman labu.umunya tanamn itu sering diserang lalat buah untuk berkembang biak.
Jika tanaman tomat sudah mulai diserang lalat buah,bisa menyemprotkan insektisida.umumnya insektisida untuk membasi lalat buah adalah insektisida dari golongan organofosfat dicampur dengan golongan piretroid (piretrin).Contoh insektisida Organofosat : Profenofos,Asefat,Dimetoat,Fentoat,Ometoat,Etion,Malation,Klorpirifos,Klorfenvinfos,Diazinon,Triazofos,Fention dll.dan Contoh golongan Piretroid (piretrin) adalah : Sihalotrin,lamda-sihalotrin,Beta-silfutrin,sipermetrin,Deltametrin,Fenvalerat,resmetrin dan lain-lain.jika keduanya digabung (masing-masing satu) maka akan menghasilkan insektisida yang kuat untuk membasmi lalat buah,bahkan ulat-ulatan dan kutu-kutuan juga bisa di basmi.
Untuk membasmi lalat buah,banyak yang harus di perhatikan dalam menggunakan insektisida.jika buah tomat sudah diserang dan mulai meluas yang terserang,maka target kita bukan lalat buah saja.yang menjadi target kita adalah : Lalat buahnya,telurnya,dan larvanya.karena jika kita menggunakan insektisida yang hanya untuk membasi lalat buah saja.maka telur dan larvanya akan aman-aman saja.dan akhirnya telur dan larva kembali menjadi lalat buah dan mengulangi siklusnya yaitu menjadi lalat buah dewasa dan bertelur lagi di buah tomat.dan akhirnya berkembang biak menjadi banyak.
Untuk penyemprotan bisa mencampur insektisida target lalat buah dengan insektisida target telur dan larva.kita bisa tanyakan di toko pertanian terdekat untuk masing-masing insektisida tersebut.contoh misalnya mixing ketiganya adalah bisa mencampurkan Insektisida berbahan aktif : Profenofos - Emamektin Benzoat- Lufenuron.contoh merk dagangnya adalah : Curacron - Siklon - Losmin.
Jika serangan parah,bisa menyemprotkan ketiga insektisida diatas.namun jika serangan tidak parah dan cukup lakukan penyemprotan pencegahan saja,seperti cukup menggunakan Profenofos dan sipermetrin,atau untuk mencegah telur bisa hanya gunakan profenofos dan emamektin benzoat.penyemprotan pencegahan lalat buah diatas bisa juga membasmi ulat yang menyerang tanaman tomat.karena ulat pada tomat lebih mudah diatasi daripada lalat buah.
Dalam perawatan tomat,dibutuhkan penyemprotan yang rutin.dan menggunakan insektisida sesuai dosis kemasan,yang terpenting jangan kurang dosis.gunakan insektisida yang tepat agar tepat sasaran dan menghemat modal.mengingat harga pestisida dan pupuk di indonesia sudah merata naik dan semuanya kebanyakan dijual dengan harga mahal.dan sebelum menanam tomat,ada baiknya menanam benih tomat hybrida untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.dibawah ini contoh benih tomat hibrida yang tahan terhadap beberapa penyakit,dan memiliki bobot buah yang besar dan banyak.info untuk benih tomat hibrida,silakan klik gambar :
Untuk pecinta hewan peliharaan anjing mungkin kebanyak sudah mengetahui cara mengatasi penyakit anjing bulu rontok atau kutu parasit.dan yang belum mengetahuinya boleh gunakan cara ini.
Penyakit ini umumnya terlihat jelas pada hewan peliharaan anjing dengan ciri-ciri bulu perlahan rontok,dan bahkan ada sampai botak tanpa sehelai bulu di badan anjing.umumnya gejala ini di ikuti dengan kulit gatal gatal,kelihatan si guk guk menggarut kulitnya terus menerus.bahkan ada sampai luka karena digarut terus.selanjutnya gejala yang timbul adalah terkelupasnya kulit,mirip seperto ketombe manusia.
Untuk penyakit anjing yang satu ini,kita tidak usah panik.kita bisa mengobatinya sendiri dirumah tanpa dibawa berobat.penyakit ini disebabkan oleh kutu atau tungau parasit yang bersarang di kulit.umunya parasit ini tidak mati dengan bedak anti kutu hewan.
Sesuai pengalaman pribadi,penyakit ini mudah diatasi dengan cara menyuntikkan (injeksi) Wormectin.obat ini bisa kita dapatkan di toko hewan atau toko ternak dengan harga terjangkau.untuk kemasan 5ml harganya hanya Rp.12.000- Rp.20.000 .harga tergantung daerah masing-masing.
untuk harga online biasanya sangat murah,bisa cek disini untuk harga online
Penggunaan obat wormectin ini disesuaikan dengan berat badan binatang peliharaan.oleh karena itu sebelum membeli ada baiknya menimbang berat badang binatang peliharaan yang akan di suntikkan wormectin.misalnya untuk anjing cukup menyuntikkan dengan dosis 0,02 ml/ Kilogram berat badan anjing.
Untuk menyuntikkanya bisa menggunakan spit berukuran kecil saja.menggunakanya bisa disuntikkan di bagian bawah kulit saja.bisa di bagian kulit paha depan atau belakang.cukup suntikkan di bawah kulit saja.sebelum menyuntiknya ada baiknya membersihkan kulit yang disuntik dengan alkohol.
Sesuai keterangan di kemasan wormectin,obat ini aman untuk saraf hewan.jadi tidak usah takut untuk menyuntikkanya.tapi ada baiknya cukup suntikkan tipis dibawah kulit saja.
Lakukan penyuntikan wormectin sekali dalam dua minggu sampai anjing benar benar sembuh.umumnya setelah beberapa hari disuntik wormectin,anjing tidak merasakan gatal gatal lagi.namun ada baiknya di suntik terus sampai sembuh total.
Menurut pengalaman,anjing bisa mengidap penyakit kulit gatal bulu rontok ini dikarenakan :
Kali ini kita akan membahas tentang membrantas siput atau keong keongan,untuk membasminya ada cara yang sering digunakan petani yaitu secara organik atau kimia.umumnya untuk secara organik biasa digunakan di lahan pembibitan atau persemaian,karena lahanya tidak begitu luas hanya untuk lahan sementara persemaian atau pembibitan dan untuk cara kimia biasanya digunakan untuk lahan pertanian luas karena membutuh waktu yang cepat karena lahan luas.
Bagi sebagian orang mungkin bertanya,kenapa keong atau siput di lahan pertanian atau pekarangan rumah di basmi? kan kasian..nah untuk di bagian ini keong atau siput terletak sebagai posisi hama.keong atau siput akan memakan daun atau batang tanaman yang mengganggu pertumbuhan tanaman dan sebagian tanaman yang terserang menyebabkan tanaman mati.misalnya keong telanjang berlendir banyak selalu suka memakan dedaunan tanaman yang subur,anehnya tanaman yang kurus jarang diserang.kemudian ada keong bersarang besar yang suka memanjat tanaman cabai muda kemudia memakan daun paling atas sampai pucuk dan satu lagi keong telanjang lintah bulan...ini bentuknya tidak memiliki sarang atau rumah dibawa bawa dan mirip seperti lintah,untuk keong ini sangat suka memamakan kulit tanaman,sehingga tanaman mati atau rebah.
Dan untuk sebagian orang banyak juga tidak suka banyak keong atau siput di pekarangan rumah,karena ada yang menganggapnya jijik karena berlendir jalan kesana kemari dan memakan tanaman.
Untuk cara organik,ini biasanya di gunakan untuk tanaman yang tidak luas.misalnya tanaman di pekarangan rumah atau persemaian atau pembibitan sementara.misalnya pembibitan sementara cabai dan sayur sayuran sebelum pindah tanam.
Untuk cara organik ini bisa menggunakan bahan bahan kering berbulu sehingga menempel lengket pada badan keong atau siput hingga akhirnya mati,cara ini biasa nya menggunakan abu padi,sekam bakar,sekam kering,abu bekas gilingan jagung dan lainnya.bahan bahan itu cukup tabur keliling tanaman atau persemaian.ketika keong atau siput melintasi bahan bahan itu,maka abu padi atau lainnya akan lengket sampai belepotan sampai keongnya kesusahan jalan dan akhirnya mati di tempat.
Dan untuk cara kimiawi,bisa menggunakan moluskisida.cara ini lebih dipilih petanai karena memiliki lahan yang luas untuk dijaga dari keong atau siput.bagi yang belum tau...moluskisida adalah pestisida dengan target binatang lunak seperti keong keongan dan siput.kita bisa menggunakan moluskisida di areal pertanian dan pekarangan rumah.jika digunakan di pekarangan rumah mohon di perhatikan agar tidak mengenai binatang peliharaaan,jauhkan dari jangkauan anak anak dan tidak termakan.
Biasanya moluskisida yang banyak beredar berbahan aktif Metaldehyde,walaupun masih banyak moluskisida berbahan aktif lainnya.berikut merk dagan moluskisida yang banyak beredar di toko pertanian dan pasaran,klik nama moluskisida untuk mengetahui harganya :
1. Moluskisida dengan berakhiran GR artinya isi kemasan adalah Granula atau butiran,umunya yang butiran di tabur di sekeliling tanaman.untuk pengalaman pribadi cukup ambil dengan dua jari dan taburkan dengan jarak 2 meter atau tiga meter keliling lahan yang mau di lindungi.
2. Moluskisida dengan akhiran PL umunya di larutakn dalam wadah dan kemudia di tuang ke areal perairan yang mau dilindungi,misalnya lahan sawah dengan tanpa ikan di dalam lahan.
3.Moluskisida EC,WP,SC umunya digunakan dengan cara penyemprotan.untuk mengaplikasikan moluskisida ini dibutuhkan sprayer untuk menyemprotkan racun keong tersebut.
Untuk harga moluskisidanya bervariasi,umumy racun keong GR atau butiran yang pengaplikasian nya di tabur lebih murah,kisaran harga dibawah 40rb perbungkus.
Sebelum menggunakan moluskisida ada baiknya membaca aturan dosis pabrik yang tertera di kemasan,dan setelah menggunakanya cuci tangan sampai bersih dengan sabun.dan jauhkan dari jangkauan anak anak.
Untuk kasus seperti membasi pacat di areal kita,racun ini kurang efektif.untuk pacat biasanya menggunakan sejenis racun ulat ulatan yang bersifat kontak dan dicampur dengan herbisida,pengaplikasian bisa di barengi dengan herbisida agar lahan bebas rumput sehingga mengurangi persembunyian pacat.dan untuk lintah bisa menggunakan insektisida ulat ulatan dan di larutkan dan dituang ke lahan berair tempat lintah berada.
Terimakasih,semoga lahan kita bebas dari keong keongan dan siput.
Asefat adalah bahan aktif Insektisida dari golongan Organofosfat dengan kode cara kerja 1B,umumnya asefat adalah racun sistemik kontak dan lambung.di pasaran bahan aktif ini sangat populer dan banyak di gunakan petani.terutama dengan target lalat buah dan ulat ulatan.selain itu asefat juga bisa membasi beberapa jenis kutu daun. agar kita mudah mencari merk dagang insektisida berbahan aktif asefat,berikut daftar insektisida berbahan aktif asefat :
Artikel ini membahas tentang membasmi lalat buah dengan insektisida,dimana kadang dengan cara organik dan perangkap tidak lagi terbendung serangan lalat buah.lalat buah biasa menyerang tanaman pada bagian buah,sehingga kita bisa gagal panen.dimana tujuan kita bertani adalah untuk mendapatkan buahnya dan segera menjulnya.
Umumnya Lalat buah banyak meneyerang tanaman yang memiliki buah yang mengandung cairan banyak atau kulitnya tidak keras atau lembek.tapi di daerah tertentu lalat buah banyak juga menyerang buah berkulit keras seperti buah labu dan lainnya.
Yang kita bahas disini adalah untuk lalat buah untuk semua tanaman,walaupun ada yang mengatakan lalat buahnya berbeda setiap tanaman tapi dilapangan yang digunakan insektisida yang sama.
Sebelum kita membahas insektisidanya,baiknya kita pahami siklus hidup lalat buah,yaitu mulai dari : Lalat buah dewasa - Telur - Larva - Pupa - menetas menjadi lalat buah dan mengulangi siklus tersebut untuk berkembang biak.
Jadi yang perlu di perhatikan adalah jangan hanya menggunakan insektisida pembasmi lalat buahnya saja,tapi campurkan atau mix dengan insektisida membasi telur,larva dan pupa.agar lalat buah dan telur dan larvanya bisa musnah semua dan di areal pertanian telur dan lalat buah tidak ada lagi.jadi siklusnya bisa berhenti.
Misalnya untuk membasmi lalat buah saja bisa gunakan bahan aktif profenos dan sipermetrin,untuk membasmi telur larva dan pupanya bisa tambahkan bahan aktif spinosad atau segolonganya seperti spinetoram.ketiga insektisida tersebut di semprotkan bersamaan merata ke tanaman.
Dan untuk penyemprotan selanjutnya gunakan insektisida dengan berbahan aktif yang berbeda dan beda golongan dan cara kerja untuk menghindari resisten atau kekebalan lalat buah.
Jika tidak mengerti tentang golongan dan cara kerja bahan aktif insektisida bisa tanyakan toko pertanian terdekat.dan biasanya setiap kemasan insektisida selalu tertera golongan bahan aktif yang terkandung di dalam kemasan.
Misalnya seperti insektisida Curacorn 500 EC produk syngenta dengan bahan aktif Profenofos,di kemasan ada tertulis "GRUP 1B Insektisida".dimana grup 1B adalah golongan Organofosfat dengan cara kerja : menghambat AChE (acetylcholinesterase), menyebabkan hyperexcitation. AChE adalah enzim yang mengakhiri aksi rangsang neurotransmiter asetilkolin pada sinapsis saraf.
Di keterangan di bawah profenofos berada di golongan organofosfat dengan kode cara kerja 1B sesuai dengan yang tertera di kemasan curacron dari produk syngenta.jadi kita bisa mencampurnya atau mix dengan insektisida dengan "Kode cara kerja "yang berbeda.misalnya kode cara kerja 1B di mix dengan 3A yaitu golongan organofosfat dan piretrin sehingga menghasilkan campuran insektisida yang kuat dengan cara kerja double.
Yang perlu di hindari adalah pencampuran atau mix insektisida dengan kode cara kerja yang sama,misalnya jangan mencampur insektisida 1A dan 1B karena cara kerja mereka sama.tapi campur 1A dengan 4A misalnya.atau dengan insektisida kode cara kerja berbeda.
Dan untuk penyemprotan selanjutnya juga jangan gunakan insektisida yang berbahan aktif sama dengan insektisida sebelumnya,selalu gunakan insektisida dengan golongan yang berbeda untuk menghindari kekebalan lalat buah dan untuk mendapatkan cara kerja insektisida lebih dari satu.
Untuk selengkapnya bisa lihat keterangan di bawah ini tentang golongan dan kode cara kerja insektisida :
Kode Cara Kerja 1A Golongan Karbamat
Meliputi bahan aktif : Alankarb, Aldikarb, Bendiokarb, Benfurakarb, Butokarboksim, Butoksikarboksim, Karbaril, Karbofuran, Karbosulfan, Etiofenkarb, Fenobukarb, Formetanat, Furatiokarb, Isoprokarb, Metiokarb, Metomil, Metolkarb, Oksamil, Pirimikarb, Propoksur, Tiodikarb, Tiofanoks, Triazamat, Trimetakarb, XMC, Silikarb.
Kode Cara Kerja 1B Golongan Organofosfat
Meliputi bahan aktif : Asefat, Azametifos, Azinfos-etil, Azinfosmetil, Kadusafos, Koretoksifos, Klorfenvinfos, Klormefos, Klorpirifos, Klorpirifos-metil, Koumafos, Sianofos, Demeton-S-metil, Diazinon, Diklorfos/ DDVP, Dikrotofos , Dimetoat, Dimetilvinfos, Disulfoton, EPN, Etion, Etoprofos, Famfur, Fenamifos, Fenitrotion, Fention, Fostiazat, Heptenofos, Imisiafos, Isofenfos, Isoprofil O- (metoksiaminotio-fosforil) salisilat, Isoksation, Malation, Mekarbam, Metamidofos, Metidation, Mevinfos, Monokrotofos, Naled, Ometoat, Oksidemeton-metil, Paration, Paration-metil, Fentoat, Forat, Fosalon, Fosmet, Fosfamidon, Foksim, Pirimifos- metil, Profenofos, Propetamfos, Protiofos, Firaklofos, Firidafention, Kuinalfos, Sulfotep, Tebupirimfos, Temefos, Terbufos, Tetraklorvinfos, Tiometon,Triazofos, Triklorfon, Vamidotion.
Cara kerja 1A dan 1B sama yaitu : Menghambat AChE (acetylcholinesterase), menyebabkan hyperexcitation. AChE adalah enzim yang mengakhiri aksi rangsang neurotransmiter asetilkolin pada sinapsis saraf.
Kode cara kerja 7A golongan ZPT, meliputi bahan aktif : Hidropren, Kinopren, Metopren
Kode cara kerja 7B golongan Fenoksikarb, meliputi bahan aktif : Fenoksikarb
Kode cara kerja 7C golongan Piriproksifen,meliputi bahan aktif : Piriproksifen
Cara kerja 7A,7B dan 7C adalah sama,yaitu : Diterapkan di prametamorfik instar. Senyawa ini mengganggu dan mencegah metamorfosis.
Kode cara kerja 8A golongan Alkil Halida,meliputi bahan aktif : Metil bromida and other alkil halid
Kode cara kerja 8B golongan Kloropikrin,meliputi bahan aktif :Kloropicrin
Kode cara kerja 8C golongan Sulfuril fluorid,meliputi bahan aktif Sulfuril fluorid
Kode cara kerja 8D golongan Boraks,meliputi bahan aktif Borax
Kode cara kerja 8E golongan Tartar Emetik,meliputi bahan aktif Tartar Emetik
Cara kerja golongan 8A - 8E adalah sama,yaitu Menghambat pembentukan sel, hanya mekanismenya belum diketahui.
Kode cara kerja 9A golongan Pimetrozin,meliputi bahan aktif Pimetrozin
Kode cara kerja 9B golongan Flonikamid,meliputi bahan aktif Flonikamid
Cara kerja golongan 9A dan 9B adalah sama,yaitu : Menyebabkan penghambatan makan, selektif pada kutuputih dan kutudaun.
Kode cara kerja 10A golongan Klofentezin, Heksitiazok, Diflovidazin.meliputi bahan aktif : Klofentezin, Heksitiazok, Diflovidazin
Kode cara kerja 10B golongan Etoksazol,meliputi bahan aktif Etoksazol
Cara kerja golongan 10A dan 10B adalah sama,yaitu Menghambat pertumbuhan tungau
Kode cara kerja 11 golongan Bacillus thuringiensis atau Bacillus sphaericus
meliputi bahan aktif Bacillus thuringiensis subsp. israelensis Bacillus sphaericus Bacillus thuringiensis subsp. aizawai Bacillus thuringiensis subsp. kurstaki Bacillus thuringiensis subsp. tenebrionis Bt crop proteins: Cry1Ab, Cry1Ac, Cry1Fa, Cry2Ab, mCry3A, Cry3Ab, Cry3Bb, Cry34/35Ab1
Cara kerja golongan 11 adalah Racun protein yang mengikat pada reseptor pada membran saluran pencernaan tengah dan mendorong pembentukan pori-pori, mengakibatkan ketidakseimbangan ion dan septicaemia.
Kode cara kerja 12A golongan Diafentiuron,meliputi bahan aktif Diafentiuron
Kode cara kerja 12B golongan Organotin mitisid,meiputi bahan aktif Azosiklotin, Siheksatin, Fenbutatin oksid
Kode cara kerja 12C golongan Propargit,meliputi bahan aktif Propargit
Kode cara kerja 12D golongan Tetradifon,meliputi bahan aktif Tetradifon
Cara kerja golongan 12A,12B dan 12C adalah sama,yaitu : Menghambat enzim yang mensintesis ATP pada mitokondria.
Kode cara kerja 13 golongan Klorfenapir, DNOC, Sulfuramid,meliputi bahan aktif Klorfenapir, DNOC, Sulfuramid
Cara kerja golongan 13 adalah Gangguan pada gradien proton, sirkuit gradien proton (disebut : protonofores) yang pendek pada mitokondria sehingga ATP tidak dapat disintesis.
Kode cara kerja 14 golongan Nereistoksin analog,meliputi bahan aktif : Bensultap, Kartap hidroklorid, Tiosiklam, Tiosultap-sodium
Cara kerja golongan 14 adalah Memblokir saluran ion nAChR, sehingga blok sistem saraf dan kelumpuhan. Asetilkolin adalah excitatory neurotransmitter (penghubung) utama dalam sistem saraf serangga pusat.
Kode cara kerja 15 golongan Benzoilurea,meliputi bahan aktif Bistrifluron, Klorfluazuron, Diflubenzuron, Flusikloksuron, Flufenoksuron, Heksaflumuron, Lufenuron, Novaluron, Noviflumuron, Teflubenzuron, Triflumuron.
Cara kerja golongan 15 adalah Menghambat biosintesis kitin
Kode cara kerja 16 golongan Buprofezin,meliputi bahan aktif Buprofezin
Cara kerja golongan 16 adalah Menghambat biosintesis kitin pada beberapa serangga khususnya kutuputih.
Kode cara kerja 17 golongan Siromazin,meliputi bahan aktif siromazin
Cara kerja golongan 17 adalah Merontokkan kutikula saat proses pergantian kulit serangga.
Kode cara kerja 18 golongan Diasilhidrazin,meliputi bahan aktif Kromafenozid, Halofenozid, Metoksifenozid, Tebufenozid.
Cara kerja golongan 18 adalah Meniru hormon ganti kulit (ekdison) menginduksi kutikula serangga dewasa agar rontok sebelum waktunya
Kode cara kerja 19 golongan Amitraz,meliputi bahan aktif Amitraz
Cara kerja golongan 19 adalah Mengaktifkan reseptor oktopamin, mengarah ke hyperexcitation (rekasi saraf berlebihan) . Oktopamin adalah hormon pada serangga yang menyerupai adrenalin, seperti neurohormon untuk pertahanan diri atau untuk terbang.
Kode cara kerja 20A golongan Hidrametilnon,meliputi bahan aktif Hidrametilnon
Kode cara kerja 20B golongan Asequinosil,meliputi bahan aktif Asequinosil
Kode cara kerja 20C golongan Fluacripirim,meliputi bahan aktif Fluacripirim
Cara kerja golongan 20A,20B dan 20C adalah Menghambat transpor elektron pada mitokondria sehingga mencegah pemanfaatan energi oleh sel.
Kode cara kerja 21A golongan METI akarisida dan Insektisida,meliputi bahan aktif Fenazakuin, Fenpiroksimat, Pirimidifen, Piridaben,Tebufenpirad, Tolfenpirad.
Kode cara kerja 21B golongan Rotenon,meliputi bahan aktif Rotenon (derris)
Cara kerja golongan 21A dan 21B adalah Menghambat transpor elektron pada mitokondria sehingga mencegah pemanfaatan energi oleh sel
Kode cara kerja 22A golongan Indoksakarb,meliputi bahan aktif Indoksakarb
kode cara kerja 22B golongan Metaflumizon,meliputi bahan aktif Metaflumizon
Cara kerja golongan 22A dan golongan 22B adalah Memblokir saluran natrium, menyebabkan pemadaman sistem saraf dan kelumpuhan. Saluran natrium yang terlibat dalam penyebaran potensial aksi di sepanjang akson saraf.
Kode cara kerja 23 golongan Asam Tetronik dan Asam Tetramik,meliputi bahan aktif Spirodiklofen, Spiromesifen, Spirotetramat.
Cara kerja golongan 23 adalah Menghambat kerja asetil koenzim A karboksilase untuk mensintesis lipid yang merupakan langkah pertama dalam biosintesis lipid, sehingga menyebabkan kematian serangga.
Kode cara kerja 24A golongan Fosfin,meliputi bahan aktif Aluminium fosfid, Kalsium fosfid, Fosfine, Zinc fosfid.
Kode cara kerja 24B golongan sianida,meliputi bahan aktif sianida.
Cara kerja golongan 24A dan 24B adalah Menghambat transpor elektron pada mitokondria sehingga mencegah pemanfaatan energi oleh sel.
Kode cara kerja 25 golongan Turunan Beta-Ketonitril,meliputi bahan aktif Sienopirafen, Siflumetofen.
Cara kerja golongan 25 adalah Menghambat transpor elektron pada mitokondria sehingga mencegah pemanfaatan energi oleh sel.
Kode cara kerja 26 golongan Diamida,meliputi bahan aktif Chlorantraniliprole, Cyantraniliprole, Flubendiamide.
Cara kerja golongan 26 adalah Aktifnya otot reseptor rianodin, menyebabkan kontraksi dan kelumpuhan. Reseptor rianodin berperan melepaskan kalsium ke dalam sitoplasma dari sel intraseluler.
Sekedar masukan,sesuai pengalaman pribadi.berikut insektisida sesuai targetnya pada umumnya:
Untuk teman - teman yang membutuhkan buah andaliman hijau dan bibit andaliman bisa kunjungi lapak kita dibawah ini