Tampilkan postingan dengan label Jahe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jahe. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 April 2024

Cara Pemupukan Jahe Yang Tepat Agar Rimpang Besar dan Panjang !

 


Untuk cara pemupukan jahe sebenarnya semua orang pasti tau,tapi yang kita bahas disini adalah cara pemupukan jahe yang tepat agar rimpang besar dan panjang dengan cara hemat tapi tepat sasaran.mengingat semakin tahun harga pupuk kimia dan pupuk kandang semakin mahal,maka diperlukan cara pemupukan hemat tapi tepat sasaran.

Banyakan orang akan memupuk jahenya dengan berbagai campuran pupuk tanpa memperhatikan kandungan unsur haranya,cara seperti itu sebenarnya tidak efektif dan terlalu mubajir karena memakan banyak modal.jika harga jahe turun bisa saja kita rugi terlalu banyak jika menggunakan metode seperti itu.

Untuk pemupukan hemat tepat sasaran bisa kita lakukan cara dibawah ini,atau bisa praktekan dulu dengan skala kecil :



  • Setelah jahe berumur sebulan setelah tumbuh,pupuklah jahe menggunakan pupuk yang mengandung unsur hara N Nitrogen dan Ca Calsium.cukup gunakan pupuk Nitrogen & Calsium saja untuk di umur bulan pertama.kenapa harus nitrogen dan calsium ? perpaduan nitrogen dan calsium merangsang pertumbuhan tunas pada tanaman.jika pada tanaman jahe..nitrogen dan calsium akan menumbuhkan rimpang baru dan kemudian tumbu tunas baru.jika kamu cek beberapa  pupuk kimia yang mengandung nitrogen dan calsium,tujuanya adalah untuk merangsang pertumbuhan tunas dan menyuburkan tanaman.ada baiknya tidak usah mencampurkan pupuk kimia lainnya dengan unsur hara berbeda.karena bisa mengakibatkan fungsi nitrogen dan ca tidak berguna.kecuali disamakan dengan pemupukan pupuk kandang tidak masalah.contoh pupuk nitrogen dan calsium dipasaran adalah pupuk cantik,tidak usah ragu..nama pupuknya memang "cantik"
  • Di bulan kedua setelah jahe tumbuh.bisa menggunakan pupuk NPK dengan satu jenis saja atau satu merk saja.tidak usah mencampur campur banyak pupuk NPK dengan berbagai jenis merk dagang.cukup satu jenis saja atau satu merk dagang.
  • Dibulan ketiga setelah jahe tumbuh,Gunakan pupuk Nitrogen dan kalium.dengan maksud untuk memperjangan rimpang atau menambah tunas dan memperbesar rimpang.
  • Dibulan ke empat ,pupuk kembali tanaman jahe dengan menggunakan pupuk Nitrogen + Kalium dengan menaikkan dosis kalium,lebih banyak dari dosis bulan ketiga.
  • Dibulan ke lima ada baiknya gunakan dosis kalium lebih tinggi lagi dan tetap gunakan pupuk nitrogen.bulan kelima adalah pemupukan terakhir tanaman jahe.karena bulan kelima dan enam jahe hanya memperbesar rimpangnya dan sangat jarang menambah tunas baru,kecuali yang penyakitan.dan bulan ke tujuh keatas adalah masa penuaan tanaman jahe untuk menuju panen jahe tua.


Cara ini bisa kita praktekkan dalam skala kecil untuk memastikan hasilnya.tanaman jahe tidak terlalu membutuhkan unsur hara phospat dalam perbesaran dan pemanjangan rimpangnya.jahe hanya butuh nitrogen,kalium dan kalsium untuk memperbesar rimpangnya.jika kita memiliki modal lebih ya silakan tambahkan pupuk lain.tapi dalam hal ini tujuan kita adalah pemupukan hemat tanaman jahe tapi menghasilkan rimpang yang besar dan panjang.

Dalam penyemprotan tanaman jahe,baik untuk tujuan pupuk daun atau membasmi hama atau jamur.ada baiknya tidak mencampurkan dengan kalsium.karena pencampuran dengan pupuk kalsium tunggal spray (semprot) bisa mematikan ke efektifan insektisida atau fungisida.karena umumnya pupuk kalsium spray memiliki ph yang tinggi.sehingga mempengaruhi ke efektifan pestisida yang dicampur dengan kalsium.untuk spray kalsium ada baiknya dispray single atau spray kalsium saja..penyemprotanya sangat mudah,hanya semprot dan yang penting mengenai daun jahe.

Jika spray pupuk daun dengan maksud tujuan untuk memperbesar dan memperpanjang rimpang jahe,dengan pupuk yang mengandung unsur hara mikro...ada baiknya gunakan sesuai dosis saja.dan cukup spray sekali sebulan.karena overdosis pupuk mikro memliki efek samping.untuk amanya bisa spray hormon murni seperti giberelin,auksin dan sitokinin.penggunaan hormon murni sangat mempengaruhi besar kecilnya rimpang jahe.


Cara pemupukan ini berlaku untuk semua jenis tanaman jahe.dan sebelum pemupukan dilakukan...ada baiknya gulma di dekat tanaman jahe di bersihkan.agar gulmanya nantinya tidak ikut tumbuh subur.

Untuk mendapatkan hormon giberelin,sitokinin dan auksin murni bisa dapatkan di bawah ini.dengan cara klik nama daerahnya :

Sabtu, 31 Oktober 2020

3 Jenis Jahe Yang ada di Indonesia !

 


   Setau saya di Indonesia hanya ada tiga jenis jahe yang dibudidayakan masyarakat.hampir merata bisa ditanam di daerah dengan ketinggian 700-1400an mdpl.petani di indonesia banyak membudidayakan jahe terutama di daerah dingin dan pegunungan,dikarenakan budidaya jahe lumayan menjajikan bagi petani.sobat tani berikut tiga jenis jahe yang dibudidayakan di indonesia.

1.Jahe Gajah


   Disebut dengan nama jahe gajah karena jahe ini biasanya umbinya besar,ada juga menyebut jahe ini sebagai jahe putih padahal warnanya tidak putih melainkan warna kecoklatan.jahe berwarna putih ketika dibawah umur enam bulan.jahe ini bisa dijual dengan empat opsi.yang pertama adalah panen jahe muda yaitu jahe yang dipanen ketika jahe masih sangat muda dan umbinya berwarna putih,umumnya jahe muda ini bisa dipanen sekitar empat bulan.

  Opsi kedua ada jahe yang dipanen ketika berumur lima sampai tujuh bulan.jahe ini tidak lagi berwarna putih namun putih kekuninangan.dan yang ketiga ada juga jahe yang dipanen ketika sudah tua atau batangnya sudah tidak ada lagi atau masih ada tersisa satu atau dua.dan yang terakhir ada opsi pemanenan jahe untuk bibit.umumnya jahe ini tidak memiliki batang lagi dan sudah berumur diatas sembilan bulan dan warnanya kecoklatan.

  Jahe Gajah sangat bagus ditanama di daerah dengan ketinggian 800 - 1300 Mdpl.jahe ini sangat rakus dengan unsur hara,maka tak heran untuk mendapatkan hasil yang maksimal dibutuhkan pupuk yang cukup dan lebih.Jahe gajah paling banyak di budidayakan di Indonesia.jahe ini umumnya memiliki harga yang normal dan tidak terlalu cepat anjlok harganya di pasaran.

  Jahe gajah memiliki penyakit yang lumayan rumit,dikarenakan penyakit umbi paling sering dan paling banyak dan bisa menular.penyakit ini hanya bisa di cegah dengan cara memilih bibit yang sehat dan tidak menanam jahe gajah di lahan yang tergenang air.


2.Jahe Merah


   Jahe merah juga kedua paling banyak di budi dayaka di indonesia.jahe yang berwarna merah ini rasanya sangat pedas lebih pedas dari jahe gajah.dan jahe merah lebih kecil di bandingkan dengan jahe gajah.jahe merah bisa di budidayakan di daerah dengan ketinggian 500 mdpl ke atas.persis seperti jahe gajah..jahe merah juga rakus akan unsur hara,jaman sekarang diperlukan hasil panen jahe merah yang maksimal agar harga maksimal,jika agak kecil umbinya umumnya pedagang akan menurunkan sedikit harga.dalam pemanenan jahe merah memiliki sedikit kendala...diperlukan banyak tenaga kerja untuk memanen jahe ini karena lumayan rumit dalam pemanenan,disebabkan umbi yang sangat kecil dan akar yang banyak..sehingga tanah banyak yang nempel.untuk harga jahe merah kadang tidak menentu.kadang anjlok tiba tiba dan kadang meroket tinggi harganya.

  Untuk masalah penyakit,umumnya jahe merah sangat rentan dengan jamur yang menyebabkan daunnya memutih seperti uban di kepala.untuk mengatasinya di perlukan penyemprotan fungisida secara rutin atau cek kondisi tanaman.


3. Jahe Emprit

   Jahe emprit ini kalau di tempat saya jarang ditanam karena petani di tempat saya kurang suka dengan bentuknya yang sangat kecil,lebih kecil dari bentuk jahe merah.bentuk hampir sama sebesar umbi kunyit.untuk warna jahe ini hampir mirip dengan warna jahe gajah.dan untuk harga umumnya jahe emprit ini selalu mahal.memang sebanding harganya mahal dengan cara pemanenan yang lumayan rumit.

  Untuk jahe emprit penyakitnya umumnya hampir sama dengan jahe merah.yaiutu daun seringkali diserang jamur.terutama di musim penghujan.


Baik sobat tani itu lah tiga jenis jahe yang umum di budidayakan di Indonesia,untuk varietas setiap jenis banyak di setiap daerah indonesia.kurang lebih tulisan ini silakan tinggalkan di komentar ya gansis.

Kamis, 16 Januari 2020

Cara Memilih Bibit Jahe Yang Sehat

Memimilih Bibit Jahe Yang Sehat




   Dalam memilih bibit jahe yang sehat sangat penting,karena akan mempengaruhi hasil panen.dimana penyakit umbi pada jahe sampai saat ini belum bisa teratasi.kalau udah ada yang bisa atasi mohon share ilmunya ya sob.penyakit umbi pada jahe kebanyakan disebabkan karena bibit yang salah,bibit yang tidak sehat.berikut pemilihan dan hal hal yang penting dalam pemilihan bibit jahe yang sehat :

1.Umur Bibit Jahe
   Umur bibit jahe yang di anjurkan adalah jahe yang berumur 10 - 12 bulan,jangat dibawah 10 bulan karena terlalu muda,jika terlalu muda bibit tidak akan terjamin,walaupun tumbuh bisa jadi tidak serentak nantinya.bibit jahe di atas 12 bulan juga tidak baik,karena di dalam tanah bisa jadi jahe sudah muncul tunas kembali.bongkar bibit jahe anda pada umur 10-12 bulan....bagusnya 10 sampai 11 bulan aja sebenarnya.

Kalua sobat beli bibit jahe dari orang lain harus hati hati,usahakan anda melihat bibit jahenya ketika mulai tumbuh sampai jadi bibit.kalau sehat mulai awal tumbuh sampai bibit ya gak masalah.hati hati dalam pembelian bibit jahe.

2.Penyimpanan Bibit Jahe
   Setelah bibit jahe di ambil dari lahan ada baiknya jangan di diamkan di dalam karung,berbulan bulan dalam karung bisa merangsang munculnya tunas pada umbi,padahal lahan belum ready.tuangkan dari goni bibit jahe dan untuk pertama kali bisa di jemur di panas matahari sampai kering,jangan disimpan dalam keadaan lembab.setelah kering bisa di simpan di ruangan tertutup tidak mengenai air hujan...biasanya petani menyimpannya dengan menghamparkan di gudang,atau rak rak bibit bertingkat.di tempat kering dan tidak mengenai air hujan.bibit jahe bisa bertahan sampai tiga bulan atau lebih,selanjutnya akan muncul tunas.

3.Seleksi Bibit Jahe 
   


   Seleksi bibit jahe sebelum tanam perlu dilakukan sebelum ditanam,setelah disimpan kira kira dua bulan atau tiga bulan,umbi jahe akan jelas kelihatan yang mana yang bagus atau tidak.sekilas dilihat...jika ada umbi bibit jahe yang keriput...segera pisahkan,itu tidak layak tanam lagi.dan ketika pemotong motongan umbi untuk bibit juga perhatikan warna jahe,umbi jahe yang bercak coklat juga jangan ditanam.walaupun teliti sekali...terkadang masih ada bibit yang tidak bagus lolos dari seleksi.
  Memilih bibit jahe yang sehat harus cermat,cara utama hanya melihat perkembangan jahe dari tanam sampai jadi bibit.selamat menanam jahe.